Flores Timur –
Uskup Agung Ende, Monsinyur (Mgr) Paulus Budi Kleden, menyinggung berbagai persoalan sosial mulai dari kemiskinan, perhatian terhadap anak-anak, pinjaman online, hingga perdagangan orang dalam misa penahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Rabu (11/2/2026).
Dalam khotbahnya, Uskup Budi menyinggung motto Uskup Hans Monteiro, Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (satu tubuh, satu roh, dan satu pengharapan), yang disebutnya sebagai inti dari persatuan umat.
“Memberi perhatian yang istimewa kepada anak-anak dan kelompok orang dewasa dari berbagai bentuk kekerasan dan kemiskinan. Kemiskinan harta, kemiskinan relasi, kemiskinan empati, kemiskinan perhatian dan waktu. Menjaga kesatuan berarti menumbuhkan kepekaan bagi mereka yang berada di ujung keputusan terutama anak-anak. Kita turut bertanggung jawab atas luka kemiskinan yang menyayat, kemiskinan dengan berbagai konsekuensinya,” kata Uskup Budi.
Dia menegaskan terdapat jurang yang lebar antara mereka yang hidup dalam kelimpahan dan masyarakat yang berada dalam kemiskinan ekstrem. Kondisi itu, menurut dia, menuntut semua pihak untuk terus menjaga persatuan.
“Antara yang berada di pusat kekuasaan dan yang terpental di wilayah pinggiran. Kita sering membangun tembok pemisah dari orang yang berbeda suku dan pilihan politik. Kita hidup dalam kecurigaan yang laten terhadap mereka yang berkeyakinan lain,” imbuhnya.
Selain soal kemiskinan, Uskup Budi juga menyinggung kondisi para petani dan nelayan yang terjebak dalam cengkeraman tengkulak, serta keluarga-keluarga yang terjerat pelaku keuangan yang tidak hanya memiskinkan, tetapi juga merendahkan martabat manusia.
“Seperti pinjol, koperasi harian atau mingguan,” ujarnya.
Kleden juga mengajak umat Katolik untuk berani melawan praktik perdagangan orang serta menghentikan pembabatan hutan yang merusak lingkungan.
Dia menegaskan gereja tidak hanya hadir sebagai struktur yang tertata rapi, tetapi juga harus menjadi sakramen keselamatan bagi mereka yang mengalami ketidakadilan.
“Pencemaran air, serta eksploitasi kekayaan alam yang menghancurkan ekosistem dan menggoyangkan kesatuan masyarakat,” tandasnya.






