RSUP Prof Ngoerah Sebut Ada Pasien Cuci Darah Ditolak Gegara BPJS PBI Nonaktif

Posted on

Denpasar

Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Prof Ngoerah menyebut para pasien kebingungan ketika mengetahui status BPJS PBI-JKN tiba-tiba non-aktif. Terutama di Unit Hemodialisis atau tempat cuci darah.

“Kalau pasien baru tahu tidak aktif BPJS-nya, mereka juga bingung kenapa tiba-tiba nggak aktif belum ada pemberitahuan sebelumnya,” kata Kepala Ruangan Hemodialisis Lotus 2, I Nyoman Suka, saat ditemui di RSUP Prof Ngoerah, Selasa (10/2/2026).

Pihaknya menyarankan agar pasien dapat melakukan proses aktivasi disamping tindakan cuci darah dapat dilakukan.

“Sebenarnya pasien-pasien itu bingung juga ya begitu datang ke ruangan HD tiba-tiba BPJS non aktif. Kami sarankan untuk memproses ke dinas, desa atau ke BPJS,” jelas Suka.

Kemudian, lanjutnya, pasien yang memiliki penyakit kronis dapat segera melakukan cuci darah. Ia juga menyebut bahwa sudah ada pasien yang ditolak karena status kepesertaan tidak aktif.

“Ada (ditolak), kalau di sini sekitar tiga pasien seperti itu, kemarin tiga empat hari lalu,” ujarnya.

Suka membeberkan rata-rata pasien peserta BPJS PBI-JKN yang melakukan cuci darah sekitar 50-60 pasien atau 10 persen tiap harinya.

“Kalau untuk tindakan HD per harinya sekitar 95-100 pasien per hari, dengan jumlah tindakannya per bulan 2.650 tindakan,” beber Suka.