Denpasar –
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali Grace Anastasia Surya Widjaja meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan solusi konkret untuk mengatasi sampah kiriman di Bali.
“Kita harus ingat Bali adalah wajah pariwisata dunia milik Indonesia. Sektor pariwisata Bali memberikan kontribusi devisa yang sangat signifikan bagi negara,” kata Grace, Minggu (8/2/2026).
Grace memandang jika Bali mendapatkan citra buruk yang rugi bukan hanya daerah tetapi ekonomi nasional. Ia mengapresiasi aksi korve (kerja bakti) yang dilakukan oleh aparat, komunitas hingga siswa-siswi sekolah.
Namun, ia berpendapat seluruh komponen masyarakat terutama anak sekolah, tidak seharusnya menghabiskan waktunya memungut sampah di pantai. Butuh solusi lebih dari sekadar korve-korve seremonial.
“Terima kasih atas aksi heroiknya tapi tahun depan saya ingin melihat mereka di pantai untuk berwisata, bukan memungut sampah,” ungkap Grace.
“Dengan devisa besar yang Bali sumbangkan ke negara, sudah sepatutnya Bali mendapatkan perlindungan infrastruktur lingkungan yang lebih modern di hulu, bukan sekadar kerja bakti di hilir,” jelas politikus PSI itu.
Grace mempertanyakan sampai kapan aksi bersih sampah kiriman di pantai dilakukan jika pemerintah daerah yang lain khususnya di pesisir pantai barat tidak berbenah untuk melakukan pemilahan sampah.
“Jangan jadikan laut sebagai tempat sampah raksasa, karena pada akhirnya alam akan mengirimkan kembali sampah itu ke depan rumah kami di Bali,” tandasnya.






