Denpasar –
Veteran brutal death metal dari Tanah Sunda, Jasad, sukses menghibur para metalhead alias penggemar musik metal di Nebula Social Space, Denpasar, Bali. Lawatan Jasad ke Pulau Dewata kali ini merupakan rangkaian dari konser bertajuk Mocking The Wretched Asia Tour 2026.
Pasukan Karuhun menjadi kidung pembuka dalam penampilan Jasad pada Ahad (8/2/2026) malam. Gempuran drum Oki Fadhlan menghentak panggung tanpa permisi. Permainan brutal Ferly dan Reduan Purba pada gitar serta Yuli Darma pada bass saling bersahutan-sahutan.
Tak ada suara parau Man dalam pertunjukan itu. Posisinya sebagai juru kidung digantikan Popopuji Apriantikasari dengan vokal growl yang menggelegar. Diketahui, Man sedang dalam masa pemulihan kesehatan sejak 2023.
Meski begitu, penampilan Jasad malam itu tetap membuat para metalhead terkesima. Sajian musik brutal dengan lirik bernuansa Sunda yang dihadirkan Jasad terus berlanjut. Para metalhead di depan panggung dibuat jingkrak-jingkrak dan headbang ria.
Setelah Pasukan Karuhun, Jasad kembali menghentak panggung dan dengan tembang Rediamation, Panyca Saksi, Precious Moment to Die, dan Bayu Sabda Hedap. Tak ketinggalan lagu Liman Soka, Nagara Ragana Naraga, Kujang Rompang, hingga Getih Jang Getih.
“Total 11 lagu. Ada perwakilan satu atau dua lagu dari tiap album,” kata vokalis Jasad, Popopuji.
Unit brutal death metal dari Tanah Sunda, Jasad, menghentak panggung Mocking The Wretched Asia Tour 2026 di Nebula Social Space, Denpasar, Bali, Minggu (8/2/2026) malam. |
Sebelum masuk ke lagu Cengkram Garuda, Popo mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme metalhead di Bali. Dia mengaku baru kali pertama manggung bersama Jasad di Pulau Dewata.
“Senang banget Jasad bisa balik ke Bali. Kalian luar biasa,” kata Popo.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Getih Jang Getih adalah single terbaru dari Jasad yang diluncurkan pada 2025. Popo menyebut 11 lagu yang dibawakan malam itu merupakan tembang terbrutal dari semua album Jasad. Selain itu, belasan lagu itu juga merupakan permintaan dari beberapa penggemar.
“Sebelas lagu yang paling bikin adrenalin penonton bergejolak,” imbuh Popo yang juga mantan jurnalis itu.
Siliwangi menjadi persembahan penutup Jasad untuk para metalhead Bali malam itu. Sebelum Jasad, beberapa band band death metal Bali juga telah memanaskan panggung, seperti Kaligula, Eternal Madness, Trojan, Bersimbah Darah, plus satu band doom metal asal Jakarta Ritualdoom.
Setelah Bali, Mocking The Wretched Asia Tour 2026 akan berlanjut ke Bekasi, Jawa Barat. “Hari ini titik pertama tur kami di Asia. Setelah ini kami ke Bekasi,” kata Popo.






