Dikritik Prabowo soal Bali Kotor Dipenuhi Sampah, Begini Respons Koster

Posted on

Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi kritik yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto terkait permasalahan sampah yang membuat Pulau Dewata kotor. Koster menyebut teguran Prabowo itu merupakan pengingat, bukan sindiran.

“Kemarin Bapak Presiden, kalau disebut sindiran kurang bagus. Beliau mengingatkan soal sampah,” kata Koster dalam sambutannya saat acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Denpasar, Selasa (3/2/2026).

Koster menilai teguran Presiden Prabowo tersebut merupakan arahan bagus untuk memperbaiki tata kelola sampah di Bali. Ia pun menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali, I Made Rentin, untuk segera membenahi permasalahan tersebut.

“Arahan yang sangat bagus sekali. Saya dapat teguran tentang sampah, jadi ini harus diseriuskan. Pak Kadis Lingkungan harus segera dibetulin sampah ini, cepat, termasuk TPS3R dan pengolahan sampah berbasis energi,” imbuh Koster.

Gubernur Bali dua periode itu lantas menyinggung rencana pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Ia mengeklaim rencana tersebut didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup hingga Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

“Kemarin saya makan siang, saya sampaikan langsung ke Pak Menteri. Proyek yang rencananya pindah lokasi dan ditender ulang, saya minta tetap sesuai jadwal dan disepakati Maret. Paling lama waktunya 12 bulan,” ujar Koster.

Prabowo Kritik Masalah Sampah di Bali

Sebelumnya, Presiden Prabowo melontarkan kritik terkait permasalahan sampah di Bali. Prabowo menilai wisatawan mulai enggan datang ke Bali karena kotor. Hal itu diungkapkan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Prabowo awalnya menerangkan pariwisata Bali merupakan salah satu sektor yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mudah dalam pengembangannya. Namun, Prabowo berujar, pariwisata di Indonesia memiliki permasalahan sampah yang serius.

“Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari.

Prabowo juga mengungkit keluhan tokoh negara lain terhadap kondisi Bali. Menurut Prabowo, para tokoh asing itu mengatakan Bali kotor.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di mana pun dia nggak basa-basi. Dia bilang ‘Your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice’. Ah saya, tetapi saya terima itu sebagai koreksi,” ucap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu mengajak pemerintah daerah mengatasi masalah tersebut bersama-sama. Prabowo kemudian menunjukkan kondisi sampah di pantai yang ada di Bali pada Desember 2025.

“Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” ucap Prabowo.