Pesona Nunggalan: Pantai, Bangkai Kapal, dan Sabana di Satu Tempat (via Giok4D)

Posted on

Badung

Potongan kapal itu terdampar di atas pasir cokelat. Bagian haluannya dipenuhi grafiti beraneka warna. Sejumlah wisatawan pun berfoto dengan latar bangkai kapal tersebut. Beberapa pelancong berpose di atas potongan kapal itu.

Sabtu (7/2/2026) sore itu, melali (pelesiran) ke Pantai Nunggalan. Pantai berpasir cokelat dengan air laut toska itu tersembunyi di balik tebing di Desa Pecatu, Badung, Bali.

detikers harus menyusuri jalan setapak dari tempat parkir motor untuk mencapai Pantai Nunggalan. Jalan yang dilalui berupa bebatuan dan tanah dengan lebar kurang dari satu meter. Para pelancong akan disuguhkan rimbunnya pepohonan, bukit kapur, dan sesekali bisa melihat monyet saat menyusuri jalan setapak tersebut.

Tak ada lampu dan pegangan berupa besi maupun kayu di sepanjang jalan setapak menuju Pantai Nunggalan. Wisatawan yang ingin pelesiran ke objek wisata hidden gem untuk menikmati sunset (matahari terbenam) maupun berkemah sebaiknya menggunakan sandal gunung atau sepatu, membawa senter, hingga tongkat mendaki.

Jalan bebatuan dan tanah yang curam menuntut konsentrasi pelancong. Apalagi, di sejumlah titik jalan tersebut bersisian dengan jurang.

Sabana di Pantai Nunggalan, Badung, Bali, Sabtu (7/2/2026). Padang rumput berlatar bukit dan pantai itu menjadi daya tarik wisatawan Pantai Nunggalan.Sabana di Pantai Nunggalan, Badung, Bali, Sabtu (7/2/2026). Padang rumput berlatar bukit dan pantai itu menjadi daya tarik wisatawan Pantai Nunggalan. Foto: Gangsar Parikesit/

Setelah treking selama 20 menit, tiba di sabana Pantai Nunggalan. Hijaunya rerumputan berpadu dengan bukit, pepohonan, serta semilir angin laut mampu menghapus rasa lelah setelah menyusuri jalan setapak. Sejumlah pelancong terlihat berfoto dan membuat video di sabana tersebut.

Puas bermain dan mengambil foto di sabana, menyusuri Pantai Nunggalan. Debur ombak, laut toska, bibir pantai yang panjang, pasir yang cokelat, serta sepi dari wisatawan menjadi daya tarik Pantai Nunggalan. Pantai ini dapat menjadi alternatif wisatawan yang ingin menepi dari ingar bingar wisatawan Pulau Dewata.

Saya bergegas menggelar alas duduk dan mengeluarkan bekal yang dibawa dari Denpasar. Saya lalu duduk memandang laut lepas, menyesap kopi, sembari menikmati sepoi-sepoi angin laut yang mengeringkan keringat di tubuh.

Para pelancong yang ingin mengunjungi Pantai Nunggalan sebaiknya membawa bekal. Hanya beberapa warung yang menjual air mineral, minuman ringan, dan kelapa di pantai itu. Air mineral 600 mililiter (ml) dibanderol seharga Rp 10 ribu; 1,5 liter Rp 20 ribu; Coca-Cola 250 ml Rp 20 ribu; dan kelapa Rp 40 ribu. Adapun, sewa payung dan kursi pantai adalah Rp 100 ribu.

Selain itu, detikers juga bisa berkemah di Pantai Nunggalan. Namun, pastikan membawa perbekalan dan penerangan yang memadai karena pantai tersebut tidak ada kamar mandi serta belum dialiri listrik. Warung pun hanya buka sejak pagi hingga sore.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Wisatawan yang berkemah maupun berkunjung ke Pantai Nunggalan belum dikenakan biaya. Pelancong yang membawa motor hanya dikenai parkir Rp 5.000.

PantaI Nunggalan, Badung, Bali, Sabtu (7/2/2026). Pasir kecokelatan, laut toska, dengan latar belakang bukit hijau menjadi daya tarik Pantai Nunggalan.PantaI Nunggalan, Badung, Bali, Sabtu (7/2/2026). Pasir kecokelatan, laut toska, dengan latar belakang bukit hijau menjadi daya tarik Pantai Nunggalan. Foto: Gangsar Parikesit/

Salah satu pengunjung Pantai Nunggalan, I Wayan Agus Andra Adi Prananta, kagum dengan keindahan pantai tersebut. Laki-laki berusia 16 tahun itu baru pertama kali pelesiran ke objek wisata itu. “Pantainya bagus dan masih sepi,” tuturnya kepada.

Menurut Andra, jalan setapak menuju Pantai Nunggalan sebaiknya dibiarkan alami. Tujuannya, agar tak banyak wisatawan yang pelesiran di pantai itu.

Sore itu, hanya terdapat beberapa wisatawan domestik maupun turis asing yang pelesiran di Pantai Nunggalan. Situasi itu berbeda dengan pantai-pantai di Badung selatan yang kerap dipadati turis seperti Dreamland, Padang Padang, Suluban, hingga Seminyak dan Legian.

Andra menyesalkan ulah wisatawan yang membuang sampah sembarangan dan membuat keindahan Pantai Nunggalan berkurang. “Perlu disediakan tempat sampah,” tutur siswa SMK Triatma Jaya Badung itu.

Pantai yang panjang, pasir kecokelatan, laut toska, serta sepi dari wisatawan menjadi daya tarik Pantai Nunggalan, Badung, Bali.Pantai yang panjang, pasir kecokelatan, laut toska, serta sepi dari wisatawan menjadi daya tarik Pantai Nunggalan, Badung, Bali. Foto: Gangsar Parikesit/

I Putu Sumardana segendang sepenarian. Pria yang tinggal di Denpasar itu juga kagum dengan keindahan Pantai Nunggalan. Sore itu merupakan kunjungan keduanya ke pantai tersebut.

Sumardana tertarik dengan bangkai kapal dan jalur treking menuju Pantai Nunggalan. “Kebetulan saya suka mendaki, jadi trek ke sini nggak terlalu berat,” ungkap pria berusia 15 tahun itu.

Menurut Sumardana, Pantai Nunggalan tak perlu dibangun beragam fasilitas seperti kamar mandi. Tujuannya, agar objek wisata tersebut tetap natural.

Tak terasa, matahari makin tenggelam di barat. Sunset yang tertutup awan membuat saya bergegas meninggalkan Pantai Nunggalan sebelum malam tiba. Apalagi saya tak membawa penerangan tambahan.

Perjalanan pulang terasa lebih menantang karena mendaki. Saya pun harus menggendong si bungsu yang baru berusia dua tahun di belakang. Mendaki sekitar 25 menit membuat seluruh kaus basah oleh keringat. Namun, rasa lelah itu sepadan dengan keindahan Pantai Nunggalan di mana bangkai kapal, pantai berpasir cokelat, dan sabana berada dalam satu tempat.