Pemprov Siapkan Rumah Aman 3 Korban Kekerasan Seksual di Lombok baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Mataram

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan rumah aman bagi tiga korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur (Lotim), dan ponpes di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng).

“Ya, ada tiga korban. Ada satu di Lombok Tengah dan sisanya di Lombok Timur. Kami memberikan pendampingan menyiapkan psikolog menyiapkan rumah aman bagi korban,” ujar Kepala Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak NTB, Ahmad Masyhuri, kepada, Jumat (6/2/2026).

Masyhuri menuturkan kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pimpinan ponpes tersebut ditangani oleh Polda NTB. Dia meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.

“Kami juga libatkan LPA Mataram dan Lembaga Biro Konsultasi Bantuan Hukum Unram yang ikut membantu kita. Proses hukumnya kan sedang jalan di kepolisian,” tegas Masyhuri.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Menurut Masyhuri, Pemprov NTB telah membentuk dua tim kelompok kerja (Pokja) untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para korban. Ketiga korban dugaan kekerasan seksual ini sementara menjalani rehabilitasi di rumah aman milik Dinas Sosial dan PPA NTB.

“Fenomena ini kan gunung es. Kami harap para korban berani bicara. Ini bisa membantu kita membuat terang kasus ini,” pungkas Masyhuri.

Sebelumnya, pimpinan salah satu ponpes di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, diduga memperkosa dua santriwati. Pelaku diduga melakukan aksinya berkali-kali sejak 2016.

Sementara itu, pimpinan ponpes di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB, dilaporkan ke polisi. Ia diduga melakukan kekerasan psikologis atau psikis terhadap santriwatinya dengan memaksa mereka bersumpah menggunakan air Makam Wali Nyatoq.