Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak untuk memandang teguran dari Presiden Prabowo Subianto soal sampah di Pantai Kuta, Badung, tidak dipandang sebagai hal yang negatif. Ia menilai itu adalah sebuah motivasi.
Pernyataan itu ia sampaikan saat sambutannya di acara Penandatanganan Perpanjangan Nota Kesepakatan tentang Sipandu Beradat Pemprov Bali di Kantor Gubernur Bali, Jumat (6/2/2026).
“Saya mohon jangan memberi pandangan atau persepsi terhadap arahan Bapak Presiden, tapi kita harus merespons secara positif karena itu motivasi buat kita semua di Bali supaya kita serius,” kata Koster.
Awalnya, Koster menyampaikan ia sempat bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pariwisata melakukan aksi bersih sampah di Pantai Kuta pada Jumat pagi. Aksi itu sebagai bentuk respons dari perhatian Prabowo saat Rakornas 3 Februari 2026 lalu.
“Bapak Presiden menaruh perhatian yang sangat besar terhadap masalah sampah, tidak saja Bali tetapi Indonesia karena masalah yang serius,” jelas politikus PDI Perjuangan itu.
Menurut Koster, Bali menjadi daerah pariwisata dunia, yang pastinya mendapatkan perhatian serius oleh Prabowo.
“Beliau memberikan dua tahun harus selesai masalah sampah ini dan Bali dalam kaitan dengan pengolahan sampah terutama menjadi energi listrik, Bali menjadi prioritas nomor satu,” beber Koster.
“Bulan Maret nanti ada groundbreaking mengenai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bersama beberapa daerah lainnya di Indonesia, jadi Bali mendapat prioritas,” tandas Koster.






