Denpasar –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali mengusulkan pemerintah pusat untuk menyediakan satu pulau untuk menampung dan mengolah sampah Bali. Ide itu muncul dari Anggota Komisi I DPRD Bali, Somvir.
Somvir melihat peluang ‘pabrik sampah’ itu dapat menarik perhatian investor-investor asing apalagi banyak konsulat dari kedutaan yang sangat peduli dengan Bali.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Nanti masalah bahwa ini pulau kalau ada, pasti ada yang pro dan kontra. Tapi daripada di Bali sekarang Bali penduduknya 4 juta wisatawan hampir 20 juta, ini tidak tertampung,” kata Somvir saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, permasalahan sampah juga ditengarai kurangnya lahan untuk pengolahan di kabupaten/kota di Bali. Walhasil, ia berpikir tidak menutup kemungkinan adanya pulau yang khusus mengolah sampah yang berbasis bisnis.
“Makanya kalau ada salah satu pulau yang terdekat, kalau itu bisa kita dapat itu bisa disewakan atau kerja sama dengan pusat. Kemudian pengusaha-pengusaha itu bisa investasi di sana, menjadikan pupuk, menjadikan plastik diolah, semua itu kan menghasilkan uang bukan gratis itu di sana,” jelas politikus NasDem itu.
Pria asal Buleleng itu juga mencontohkan hal ini juga seperti kayu dan batu bara dari Kalimantan yang dikirim ke Bali maupun daerah lain, bahkan sampai ke luar negeri.
Ia meyakini usulan ini akan efektif secara bertahap. Meskipun awal-awal tidak menghasilkan uang, tetapi paling tidak Bali sudah tidak bau sampah.
“(Pulau kosong) Kosong. Kalau bisa ada yang kering, tidak ada terlalu pohon-pohon bisr kita jaga lingkungan, itu bisa,” ungkap Somvir.
Pun demikian, Somvir berujar, perlu ada kajian mengenai usulan ini. Ia menyerahkan kepada pemerintah untuk dikaji.
“Pokoknya itu cari karena saya lihat 17 ribuan pulau ada di Indonesia yang kosong, yang terdekat aja biar operasionalnya tidak terlalu mahal juga,” tutur Somvir.






