Pemkab Badung Kewalahan Tangani Sampah Pantai, Tembus 500 Ton per Hari | Giok4D

Posted on

Badung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mengaku masih kerepotan menangani sampah pantai akibat tingginya volume sampah yang terus berdatangan. Terutama saat musim angin barat, yaitu Oktober hingga April.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, IB Gede Arjana, mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah mengerahkan hampir 300 personel beserta armada lengkap, mulai dari truk, alat berat, hingga beach cleaner.

“Kalau kami berbicara cukup, tentu masih banyak kurangnya. Karena volume sampah ini sangat tinggi. Kami sampai kewalahan menangani sampah. Belum menangani sampah pantai, sampah perkotaan dan pedesaan,” ujar Arjana, Selasa (3/1/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang terdampar di pantai banyak yang merupakan sampah kiriman yang berasal dari luar Bali dan terdampar di Bali. Namun, hal itu tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk melakukan pembersihan.

“Dari jenis sampah yang kami amati ya, itu memang ada beberapa kemasan atau produk yang memang datangnya dari luar Bali, sampai terdampar di sini. Bahkan tidak hanya plastik saja, termasuk juga kayu gelondongan, ranting kayu dan lain sebagainya. Itu di tengah rai datangnya dari luar Bali,” jelasnya.

Arjana menegaskan, penanganan sampah pantai harus dilakukan secara berkelanjutan, sebab akan selalu datang pada keesokan harinya meskipun setiap hari telah dibersihkan.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Sampah pantai ini kami bersihkan pagi, kemudian sore akan datang lagi, akan terdampar lagi. Besok paginya kami akan laksanakan pembersihan kembali,” imbuhnya.

Pemkab Badung fokus membersihkan kawasan pantai yang menjadi ikon pariwisata, mulai dari Pantai Canggu hingga Cemagi. Pantak-pantai di pesisir barat Badung tersebut menjadi titik utama penumpukan sampah karena langsung berhadapan dengan arus laut dan angin musim barat.

Volume sampah yang dibersihkan setiap hari tidak menentu karena sangat dipengaruhi musim. Namun, Arjana menyebut rata-rata ia membersihkan 400 hingga 500 ton sampah.

“Kurang lebih setiap harinya ratusan ton ya, 400 sampai 500 ton kayaknya itu sampah pantai. Volume sampahnya paling banyak di Kuta, Jimbaran, dan Legian,” katanya.

Pemkab Badung juga mendorong kolaborasi dengan masyarakat, lembaga, serta instansi pemerintah pada pelaksanaan bersih-bersih Pantai Kuta, Selasa (3/2/2026). Ia mengajak anak-anak sekolah untuk ikut membersihkan Pantai Kuta sebagai bagian dari edukasi dan menerapkan kedisiplinan dalam mengelola sampah.