Lombok Timur –
Banjir akibat Embung Bedah meluap masih merendam rumah warga di Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga khawatir banjir makin meluas dan menimbulkan penyakit.
Pantauan, banjir masih merendam rumah warga, lahan pertanian hingga tempat ibadah dengan tinggi selutut orang dewasa. Data yang dihimpun, setidaknya sekitar 70 rumah warga dan 88 kartu keluarga yang terdampak banjir tersebut.
Beberapa warga masih bertahan di rumah. Sebagian lagi memilih mengungsi karena air sudah masuk ke dalam rumah.
“Kalau di rumah saya sudah masuk airnya, makanya saat ini kami mengungsi,” ujar Ilang (58), salah satu warga, saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Banjir telah merendam rumah Ilang lebih dari dua minggu. Menurutnya, banjir kini makin meluas hingga merembet ke rumah warga lain.
“Kalau dahulu kan hanya di kawasan rumah saya yang kena banjir, tetapi sekarang ini makin meluas. Sudah dua minggu lebih rumah kami terendam, tetapi kalau lahan pertanian sudah satu bulan terendam banjir,” terang Ilang.
Ilang khawatir banjir akan berdampak pada lumpuhnya ekonomi masyarakat karena tidak bisa beraktivitas. Ia juga khawatir dengan dampak kesehatan yang ditimbulkan dari banjir tersebut.
“Tempat kami ini kan sudah kumuh, lagi ditambah banjir, sampah kiriman dan kotoran hewan juga terbawa banjir. Kalau begini terus takutnya anak-anak kami di sini nanti bisa saja kena penyakit kulit,” keluh Ilang.
Samsul Hadi (37), warga lain, mengungkapkan anak-anak di desanya tidak berani berangkat ke sekolah karena akses jalan yang dilalui juga terkena banjir.
“Anak-anak di sini sudah lama tidak masuk sekolah karena jalan yang dilalui saat ini tergenang air, di sekolah mereka juga saat ini masih kebanjiran,” jelas Samsul.
Banjir tersebut, lanjut Samsul, disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan meluapnya air Embung Bedah ke pemukiman warga. Bendungan tersebut tidak memiliki jalur pembuangan sehingga air cepat meluap.
“Kami harapkan kepada pemerintah untuk secepatnya membuat saluran pembuangan Bendungan ini. Jangan sampai menunggu kami semua tenggelam baru mereka bergerak,” ucap Samsul.






