Bima –
Sejumlah sekolah di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengembalikan makan bergizi gratis (MBG) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu dilakukan karena kondisi menu MBG yang didistribusikan diduga basi dan ditemukan ulat.
Diketahui, menu MBG basi dan berulat ini disalurkan atau didistribusikan oleh SPPG atau Dapur MBG di Desa Lewi Ntana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, pada Sabtu (31/1/2026).
Ada banyak sekolah yang menolak dan mengembalikan MBG yang tak layak ini. Mulai dari jenjang TK, SD, SLB, SMP, hingga SMA/SMKN yang berada di Desa Bajo, Punti, dan Wadukpa, Kecamatan Soromandi. Salah satunya adalah SMPN 1 Soromandi yang berada di Desa Bajo.
“Iya benar. Menu MBG yang disalurkan hari ini,” ucap Kepala Sekolah SMP 1 Soromandi, Samsudin dikonfirmasi, Sabtu.
Menu tahu MBG yang ditemukan berulat di Bima, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Istimewa) |
Meski begitu, Samsudin enggan menjelaskan lebih jauh. Sebab, pihak SPPG telah datang ke sekolah melakukan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan melakukan perbaikan ke depannya.
“Kami berharap pihak SPPG agar mengecek terlebih dahulu menu MBG yang akan disalurkan ke sekolah. Jangan sampai berakibat buruk bagi siswa dan guru sebagai penerima manfaat MBG,” harapnya.
Selain di SMP 1 Soromandi, Menu MBG basi dan layak dikonsumsi juga ditemukan di SMKN 1 Soromandi. Hal itu bermula saat guru-guru melakukan pengecekan manual sebelum MBG dibagikan ke seluruh siswa sebagai penerima manfaat.
“Kami cek dengan membuka omprengnya. Hasilnya makanan mengeluarkan aroma basi,” ujar N, guru SMKN setempat.
N bersama-sama guru lainnya sempat mencicipi rasa beberapa menu MBG, mulai dari sayur, nasi dan lauk yang disajikan. Hasilnya telur, sayur dan tahu dinyatakan tak layak dikonsumsi. Temuan itu membuat pihak sekolah meminta siswa agar tak menyantapnya dan mengumpulkan untuk dikembalikan ke pihak SPPG.
“Menu telur, sayur dan tahu tak layak dikonsumsi karena sudah basi. Bahkan menu tahu terdapat ulat hitam,” tandas N.







