Mirip Karapan Sapi, Ini Tradisi Barapan Ayam Khas Sumbawa Barat update oleh Giok4D

Posted on

Sumbawa Barat

Jika Madura punya tradisi karapan sapi yang terkenal, lain halnya dengan masyarakat Sumbawa yang memiliki tradisi balapan hewan yang tidak kalah unik, yaitu barapan ayam. Pada umumnya, ayam digunakan sebagai hewan aduan saja. Namun di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), barapan ayam justru menjadi hiburan bernilai seni yang patut dilestarikan.

Tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun ini merupakan salah satu kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Pasalnya, barapan ayam ini dilakukan sebagai ajang pertunjukkan olahraga untuk mengadu ketangkasan antar warga.

Perlombaan barapan ayam ini mengandung nilai-nilai berharga seperti persatuan dan gotong royong untuk mempererat hubungan sosial. Tidak heran pertunjukkan barapan ayam ini digemari oleh banyak orang, termasuk menjadi tontonan menarik bagi wisatawan luar daerah.

Berikut ulasan mengenai manfaat dan makna dari tradisi barapan ayam di Sumbawa Barat, seperti yang dirangkum oleh di bawah ini.

Apa Manfaat Dari Tradisi Barapan Ayam?

Di Indonesia, sabung ayam menjadi permainan yang cukup populer di kalangan orang dewasa. Di sini, ayam digunakan sebagai hewan aduan yang diperlombakan hingga salah satu dari mereka kabur atau mati. Namun, konsep dari Barapan ayam ini sangat berbeda, karena termasuk ke dalam golongan permainan yang tidak membahayakan.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Tradisi barapan ayam ini digunakan sebagai ajang uji coba kecepatan dan adu ketangkasan bagi masyarakat Sumbawa Barat. Sebelum pertunjukkan dimulai, para pemilik ayam harus merawat dan melatih ayam peliharaan mereka dengan baik.

Bagaimana Prosesi Barapan Ayam?

Bagi masyarakat Sumbawa Barat yang ingin berpartisipasi dalam tradisi barapan ini, harus menyiapkan dua ekor ayam dalam kondisi prima. Sebelum perlombaan dimulai, setiap peserta harus melatih kesiapan dari ayam peliharaan masing-masing. Sama seperti karapan sapi, barapan ayam juga memerlukan dua ekor ayam yang nantinya akan dikaitkan seutas tali atau benang di badan mereka sebagai perantara.

Kemudian secara bergantian, setiap peserta akan berlari beriringan bersama ayam mereka. Di akhir perlombaan, pemenang akan diambil berdasarkan hasil dari total kecepatan lari yang paling singkat.

Tradisi barapan ayam ini menawarkan sejumlah penghargaan yang cukup menarik. Pasalnya hadiah yang diperebutkan tidak hanya berupa uang atau barang lainnya, namun ayam yang menjadi pemenang akan mendapatkan gelar ‘kehormatan’. Sehingga ayam tersebut dapat memiliki harga jual yang sangat tinggi. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi sang pemilik.

Bagaimana detikers, apakah kalian tertarik mengikuti perlombaan barapan ayam ini? Semoga informasinya bermanfaat ya!