Manggarai Barat –
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kuwus Barat Kolang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara. Penghentian operasional dilakukan seusai ratusan siswa SD hingga SMA di daerah itu diduga mengalami keracunan menu MBG.
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan observasi internal selama penutupan sementara dapur MBG tersebut. Observasi dilakukan untuk memastikan SPPG tersebut mematuhi seluruh protokol keamanan pangan.
“Koordinator wilayah SPPG Kabupaten Manggarai Barat telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi dan distribusi makanan dari fasilitas terkait hingga observasi internal dari pihak BGN dan seluruh protokol keamanan pangan dapat dipastikan telah dipatuhi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam keterangannya seusai pengujian laboratorium sejumlah sampel, Jumat (30/1/2026).
Adrianus menjelaskan keputusan menutup sementara SPPG itu karena pemeriksaan terhadap sampel menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian tidak dapat dilakukan. Menurutnya, tim surveilans dari Dinkes Manggarai Barat tidak menemukan sampel makanan tersebut.
“Pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan. Alasan utamanya adalah tidak tersedianya sampel makanan (food sample bank) dari produksi hari kejadian,” jelas Adrianus.
Ia menjelaskan tim surveilans Dinkes Dinkes Manggarai Barat hanya bisa melakukan inspeksi kesehatan lingkungan eksternal dan pemeriksaan kualitas air di SPPG tersebut. Hasil inspeksi kesehatan lingkungan eksternal, Adrianus berujar, mencapai skor 94 persen.
Adrianus mengatakan nilai ini sangat baik dan telah memenuhi syarat standar kesehatan lingkungan (>70 persen). Hal ini juga menunjukkan bahwa secara umum kondisi sanitasi lingkungan di lokasi dalam kategori baik.
Terkait pemeriksaan kualitas air, tim telah melakukan pengujian cepat terhadap air minum dan air bersih yang digunakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan air minum tersebut tidak mengandung bakteri E Coli maupun koliform.
“Ini mengindikasikan bahwa, berdasarkan sampel yang diuji, air bukan merupakan sumber masalah pada dugaan keracunan ratusan siswa tersebut,” terang Adrianus.
telah berupaya menghubungi Koordinator SPPG Manggarai Barat, Dania Ulfi Ningrum, terkait penutupan sementara SPPG Kuwus Barat Kolang tersebut. Namun, Ulfi belum memberi keterangan hingga Jumat malam.
Diketahui, sebanyak 132 siswa diduga keracunan seusai menyantap menu MBG di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, pada Kamis (29/1/2026). Adapun menu MBG yang didistribusikan, yakni nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, sayur taoge, sayur labu, sayur sawi hijau, dan semangka.
Para pelajar yang keracunan tersebar di sejumlah sekolah di Kecamatan Kuwus, yakni SMAN 1 Kuwus (42), SMKN 1 Kuwus (9), SMPN 2 Kuwus (31), SDI Golowelu 2 (20), dan SDI Golo Bombong (30). Mereka mengeluhkan gejala mual, muntah, nyeri perut, dan diare.





