Atasi Sampah, PSEL Denpasar Ditargetkan Beroperasi Paling Lambat Akhir 2027 baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Denpasar

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027. Saat ini, proses penetapan pemenang proyek tersebut masih berjalan.

“Dari Danantara sudah datang, Menko Pangan sudah datang. Beliau menyampaikan akhir Juni sudah ada penetapan pemenang dan paling lambat di 2027 akhir sudah beroperasi,” ujar Jaya Negara ketika ditemui media seusai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Tinggi Pratama Sekretaris Daerah, Inspektur, dan Pejabat Administrasi di Lingkungan Pemerintahan Kota Denpasar bertempat di Gedung Sewaka Dharma, Jumat (30/1/2026).

Jaya Negara mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Denpasar. Ia mengakui belum siap dan masih membutuhkan solusi di akhir.

Menurutnya, upaya optimalisasi pengolahan sampah melalui penambahan mesin di tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari belum memberikan dampak yang signifikan.

“Kami baru bisa 800 ton yang kami kerjakan. Sampah kami kan masih ada 1.040 ton dan di hari-hari tertentu, apalagi jelang pengerupukan pasti volume sampah meningkat,” tambah Jaya Negara.

Ia menjelaskan, penambahan mesin pengolahan sampah meliputi mesin berkapasitas 300 ton berbasis gasifikasi dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) yang telah memiliki offtaker. Selain itu, terdapat mesin berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di tiga titik lokasi serta mesin hybrid di sepuluh titik lainnya.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Itu kami pesan yang siap ya. Yang paling banyak kami pesen tabung komposter, itu hampir 170.000. Kami ingin maksimalkan di hulu, masyarakat di Pasar Badung, untuk menjaga sampai PSEL ini jalan,” ujar Jaya Negara.

Menanggapi tutupnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Jaya Negara menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pempov) Bali.

“Yang jelas kami koordinasi dulu sama provinsi, karena sampai saat ini kami baru menerima surat dari Pak Gubernur,” kata Jaya Negara.

Meski demikian, Jaya Negara menegaskan penanganan sampah tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Denpasar. Selain itu, ia juga menyinggung pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya sebagai salah satu fokus pembangunan tahun ini.

“Tahun ini kita ada pembangunan Rumah Sakit Wangaya di sisi pelayanan kesehatan, selanjutnya nanti dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita bangun pusat kliniknya. Artinya yang jelas bagaimana kita optimalisasi kesehatan dan prioritas,” pungkas Jaya Negara.