Puluhan Siswa SD-SMA di Manggarai Barat Keracunan MBG baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Manggarai Barat

Puluhan siswa SD, SMP dan SMA di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG), Kamis (29/1/2025). Hingga sore ini siswa tersebut masih dirawat di Puskesmas Golowelu.

Mereka adalah siswa SMAN 1 Kuwus, SMKN 1 Kuwus, SMPN 2 Kuwus, dan satu SD.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Kepala Puskesmas Golowelu, Yoseph Sudi, belum bisa mengungkap jumlah pasti siswa yang dirawat karena masih pendataan. Namun dia memperkirakan jumlahnya puluhan orang.

“Ini baru hitung karena tadi masuknya berantakan sehingga ada teman lain catat, teman lain catat. Jangan sampai kami lapor ternyata ada pendobelan, maka kami sementara rekap. Menurut informasi tadi dari teman-teman sekitar puluhan,” kata Yoseph melalui sambungan telepon.

Ia belum bisa memberikan keterangan lengkap tentang kondisi siswa tersebut. Petugas kesehatan masih menangani siswa tersebut.

“Saya belum bisa tanya kepada teman-teman karena masih sibuk dengan pelayanan. Nanti kalau semua sudah beres kita bisa beri keterangan,” tandas Yoseph.

Dinkes Uji Sampel

Tim Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat mendatangi Puskesmas Kuwus untuk mengambil sampel MBG setelah puluhan siswa SD-SMA di Kecamatan Kuwus keracunan. “Dinkes tadi jam 3 telah turun tim surveilance ke Puskesmas, untuk pengambilan sampel dan data terkait lainnya,” kata Kepala Dinkes Manggarai Barat, Adrianus Ojo, Kamis malam.

Adrianus mengaku masih menunggu laporan Puskesmas Golowelu terkait kasus dugaan keracunan MBG tersebut “Saya lagi meminta puskesmas untuk membuat laporan tertulis malam ini,” ujar Adrianus.

Informasi yang dihimpun, siswa Sekolah tersebut terakhir makan menu MBG pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Menu MBG disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Kuwus Barat. Menu MBG yang disajikan adalah nasi, telur, tempe, sayur labu, toge, dan semangka.

Siswa tersebut mulai mengeluh mual pada malam hari, Kamis (29/1/2026) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Siswa yang tersebar kampung Lambur, Bombong dan Golowelu akhirnya mengalami mencret dan muntah-muntah. Pada Kamis pagi, mereka dibawa ke Puskesmas Golowelu untuk menjalani perawatan.

Sebagian besar pelajar itu telah dipulangkan setelah menjalani perawatan di Puskesmas yang berada di Ibu Kota Kecamatan Kuwus tersebut. Hingga tadi sore masih tersisa enam siswa yang masih dirawat.

Kepala Puskesmas Golowelu, Yoseph Sudi, belum menanggapi permintaan informasi terbaru penanganan siswa tersebut. Sebelumnya, Yoseph mengatakan ada puluhan siswa yang dirawat di Puskesmas. Ia belum menjelaskan gejala dan kondisi siswa tersebut karena masih ditangani tenaga medis.