DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.
Pelajar berinisial IT di Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri lantaran kisah asmaranya diputus sang kekasih. Selain itu, ia juga diduga depresi karena ibunya mau menikah lagi.
“Korban nekat bunuh diri dengan cara gantung diri diperkirakan karena korban depresi akibat diputusin sama pacarnya, ditambah ibunya mau menikah lagi setelah ditinggal mati suaminya,” jelas Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, Jumat (29/8/2025).
Pemuda berusia 20 tahun tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya dalam keadaan leher terikat tali sekitar pukul 05.30 Wita. IT pertama kali ditemukan orang tuanya tergantung dengan tali nilon di terali jendela kamar.
Orang tua IT spontan berteriak meminta tolong setelah mengetahui anaknya tergantung. Setelah itu, masyarakat banyak yang datang ke lokasi. Warga kemudian membantu orang tua memindahkan korban ke ruang tamu dan melaporkan kejadian ke Polsek Suralaga.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Polres Lombok Timur, korban diduga meninggal dengan gantung diri. Hasil pemeriksaan, terdapat bekas jeratan tali sebanyak satu garis pada leher, lidah keluar, dan ada air mani di kemaluan.
“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan baik secara medis maupun otopsi,” terang Nikolas.