Flores Timur –
Sebanyak 90 persen ayam di Desa Horowura dan Desa Lamapaha, Kecamatan Klubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terserang penyakit newcastle disease (ND) pada awal tahun ini. Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan (Disnak) Flores Timur, Vianey Kiti Tokan.
“Kemarin, Selasa (3/2), petugas turun untuk investigasi kejadian kematian ayam di Desa Horowura dan Lamapaha, Kecamatan Klubagolit. Angka kematian mencapai 90 persen diagnosa sementara ND,” kata Vianey saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).
Vianey menjelaskan, penyakit ND bukan flu burung, meski memiliki gejala yang hampir serupa. Untuk memastikan jenis penyakit tersebut, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Jadi diagnosa sementara ND, diagnosa banding AI atau flu burung, untuk kepastian menunggu konfirmasi laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar,” imbuhnya.
Menurut Vianey, jumlah pasti ayam yang mati belum didata secara menyeluruh. Namun, berdasarkan beberapa titik sampel, angka kematian mencapai sekitar 90 persen dari total populasi ayam di wilayah terdampak.
“Harapannya masyarakat harus mengandangkan ayamnya paling tidak saat malam hari sehingga memudahkan pelaksanaan vaksinasi ND pada pagi harinya,” ungkapnya.
Selain itu, Vianey juga mengimbau masyarakat Flores Timur untuk menjaga kebersihan kandang ayam guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Biosekuriti sangat penting termasuk kebersihan kandang,” tandasnya.
Sebagai informasi, penyakit ND merupakan penyakit virus yang menular dan mematikan pada ayam. Gangguan yang ditimbulkan umumnya menyerang sistem pernapasan seperti sesak dan ngorok, pencernaan berupa diare atau kotoran encer, serta saraf seperti leher terpuntir dan lumpuh.
