7 Kegiatan Nostalgia Saat Ramadan

Posted on

Denpasar

Ramai di media sosial tentang orang dewasa yang mengeluhkan Ramadan kini terasa tidak semenarik dahulu. Pasalnya, banyak kegiatan yang dahulu dirasa mengasyikan, tetapi tidak bisa dilakukan kembali karena rutinitas pekerjaan.

Masa kanak-kanak hingga remaja menjadi masa keemasan menikmati momen Ramadan. Beberapa kegiatan yang dahulu dilakukan oleh teman sebaya menjadi sebuah kenangan indah bagi mereka yang pernah mengalaminya.

Apa saja kegiatan saat Ramadan yang terasa nostalgia? Simak selengkapnya!

  1. Ngabuburit
    Ngabuburit awalnya berasal dari bahasa Sunda yang kemudian diserap ke bahasa Indonesia. Ngabuburit merupakan kegiatan menghabiskan sore menunggu waktu berbuka. Kegiatan ini dilakukan dengan menikmati keramaian di tempat publik atau bermain dengan teman sebaya.

    Biasanya dimulai setelah selesai salat asar hingga beberapa saat sebelum magrib. Meski ngabuburit masih dapat dilakukan, tetapi sering kali orang dewasa menghabiskan waktu tersebut di perjalanan pulang setelah bekerja.

  2. Keliling Membangunkan Sahur
    Anak-anak kecil hingga pemuda tanggung biasanya mengarak kentongan, bahkan bedug keliling kampung. Hal ini ditujukan untuk membangunkan warga untuk bersiap santap sahur. Biasanya mulai pukul 02.00 hingga menjelang imsak. Terkadang, cara membangunkan yang terlampau berisik dapat mengganggu warga yang memiliki kondisi sakit atau lansia yang butuh ketenangan.
  3. Tabuh Bedug
    Penabuhan bedug dilakukan setelah salat magrib atau selesai tarawih. Tabuhan ini memiliki irama yang khas dan dipadukan dengan kentongan. Penabuh bedug biasanya memiliki giliran dalam menabuh.
  4. Bermain Petasan
    Ramadan cukup lekat dengan bermain petasan. Meski berasal dari budaya Tionghoa, tetapi banyak anak hingga orang dewasa yang memainkan petasan saat Ramadan. Saat ini petasan telah dilarang beredar demi keamanan bersama. Cukup sering ditemui kasus kebakaran atau kecelakaan karena bermain petasan.
  5. Nongkrong Subuh
    Para remaja tanggung yang selesai salat subuh akan jalan-jalan menikmati waktu pagi. Tempat-tempat tertentu seperti taman, jembatan hingga pinggiran jalan besar menjadi spot nongkrong favorit. Terkadang kegiatan ini juga dilakukan bersama pasangan kekasih hingga terkenal dengan istilah “Asmara Subuh”.
  6. Tadarusan
    Kegiatan mengaji Al-Qur’an selepas salat tarawih masih tetap banyak dilakukan hingga kini. Orang yang tadarus akan menggunakan speaker masjid dan menunggu giliran mengaji. Kegiatan ini menjadi bentuk uji kemampuan dan mental bagi anak-anak yang setiap harinya belajar mengaji.
  7. Meminta Tanda Tangan Imam Tarawih
    Imam salat tarawih seperti menjadi selebritas dadakan selepas salat tarawih. Anak-anak akan berebutan menyodorkan buku kegiatan ibadah Ramadan mereka untuk ditandatangani. Tanda tangan imam tersebut akan disetorkan kepada guru mereka di sekolah dasar sebagai bukti keaktifan dan pembelajaran ibadah saat Ramadan.