50 Tahun Merantau di Malaysia, Warga Lembata Tewas Kecelakaan

Posted on

Seorang pria bernama Wilhelmus Way Lein asal Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas di Malaysia, Selasa (13/1/2026). Ia tewas setelah mengalami kecelakaan di Semenanjung Malaysia.

Keluarga di kampung halaman korban berharap jenazah korban dapat dipulangkan. Diketahui, Wilhelmus berasal dari Desa Waiwejak, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata.

“Harapan kami bisa dapat bantuan dan di bawa pulang,” kata keluarga korban, Romaldus Puhun, kepada infoBali, Rabu (14/1/2026).

Romaldus mengatakan Wilhelmus telah merantau ke Malaysia sejak sekitar 50 tahun lalu. Selama di sana, ia bekerja hingga memiliki usaha sendiri.

Kabar meninggalnya Wilhelmus pertama kali diketahui keluarga melalui pesan di media sosial. Foto jenazah kroban dikirim oleh anak dari istri keduanya di Malaysia kepada anak Wilhelmus dari istri pertama.

“Anaknya (anak dari istri kedua) kirim foto meninggalnya di Facebook. Lalu bilang tidak boleh disebarkan. Saya jadi curiga, kan supaya keluarga tahu bahwa bapa sudah meninggal,” jelas Romaldus.

Hingga kini, keluarga korban di Lembata mengaku kehilangan berkomunikasi dengan keluarga di Malaysia. Kontak terakhir dilakukan melalui pesan Facebook Messenger.

Sementara, Sekretaris Pekerja Migran Indonesia (PMI) Cabang Flores Timur, Benedicta BC Da Silva, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Sudah buat pengaduan ke KBRI dan BP3MI. Ia juga punya istri di sana. Ia masih aktif kerja,” tandasnya.