Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengusulkan 50 sekolah untuk direvitalisasi pada 2026 ke Kementerian Pendidikan. Pasalnya, puluhan sekolah tersebut masuk kategori rusak dan perlu segera diperbaiki.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan dana revitalisasi sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan. Dana itu akan disalurkan langsung ke masing-masing sekolah penerima.
“Untuk tahun ini ada 50 sekolah yang kami usulkan untuk direvitalisasi. Kemarin baru selesai kami presentasikan,” kata Yusuf, saat diwawancarai, Selasa (6/1/2025).
Yusuf menjelaskan 50 sekolah yang diusulkan untuk direvitalisasi tersebar dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Mataram. Sekolah yang memenuhi syarat akan mendapatkan dana revitalisasi.
“Sudah kami usulkan melalui sistem. Untuk kategori kerusakan, nanti yang menentukan kementerian, karena nanti ada aplikasinya,” tuturnya.
Yusuf menambahkan, tingkat kerusakan bangunan sekolah dinilai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Penilaian tersebut menjadi salah satu dasar penentuan besaran bantuan yang diterima.
“Nanti ada yang (dapat) Rp 165 juta, ada juga yang dapat Rp 1 miliar. Tergantung tingkat kerusakannya. Kalau misalkan dia mau bangun (sekolah) baru, dia harus ada lahan, itu syaratnya,” beber Yusuf.
Untuk kuota sementara, Disdik Mataram mendapatkan alokasi 20 sekolah kategori TK, namun yang memenuhi syarat baru lima sekolah. Sementara untuk SMP dialokasikan 15 sekolah, sedangkan sisanya merupakan sekolah dasar.
Sebagai informasi, sebelumnya sebanyak 26 sekolah di Kota Mataram telah direvitalisasi pada tahun 2025. Jenis perbaikan meliputi ruang kelas, ruang guru, lapangan sekolah, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.






