5 Penyanyi Nasional Asal NTT, Ada Marion Jola hingga Piche Kota

Posted on

Sederet penyanyi asal Indonesia timur kerap mencuri atensi publik berkat suara merdu dan pesona mereka. Tak terkecuali beberapa penyanyi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melejit hingga ke ibu kota. Sebut saja Marion Jola hingga Piche Kota.

Di balik kesuksesan itu, terdapat cerita menarik tentang latar belakang dan perjalanan karier bermusik mereka. Simak lima penyanyi solo nasional asal NTT yang sukses berkarir hingga kancah nasional seperti dirangkum infoBali berikut ini.

Marion Jola merupakan penyanyi asal Kota Kupang, NTT. Perempuan bernama lengkap Marion Rambu Jola Pedi itu lahir pada 12 Juni 2000.

Marion mengawali kariernya sebagai model dan selebgram di Kupang. Namanya mulai dikenal masyarakat luas saat ia membawakan lagu “That’s What I Like” milik Bruno Mars dan mendapatkan golden ticket dalam audisi ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim kesembilan.

Saat itu, Marion berhasil lolos hingga babak enam besar. Marion Jola memulai debutnya sebagai penyanyi profesional pada 2018 dengan single “Jangan” diikuti peluncuran album “Marion” pada 2019. Ia meraih beberapa penghargaan bergengsi termasuk AMI Award dan MAMA.

Suara merdu yang khas dan penampilannya yang memikat membuat Marion Jola menjadi musisi papan atas ibu kota yang memiliki posisi kuat di industri musik. “Jangan”, “Rayu”, hingga “Aduh” merupakan beberapa single hits karya Marion Jola.

Mario Gerardus Klau merupakan penyanyi sekaligus songwriter asal Kupang, NTT. Sejak kecil, Mario memang gemar bernyanyi. Ia bahkan pernah mengamen di usia yang masih sangat muda.

Mario pernah mengikuti beberapa lomba seperti Bintang Radio Indonesia RRI sebagai runner up pada tahun 2014. Ia dikenal masyarakat luas sebagai juara The Voice Indonesia 2016.

Mario G Klau menjalani kariernya sebagai penyanyi solo lewat beberapa single hits seperti “Tuhan Jaga Dia” dan “Semata Karenamu”. Ia meraih penghargaan sebagai Male Singer of the Year dalam Indonesian Music Awards (2023).

Kemampuan bernyanyi dan bakatnya dalam penulisan lirik lagu membuat Mario makin dikenal. Beberapa lagu hits yang dia ciptakan seperti “Pesan Terakhir” dari Lyodra, “Tak Segampang Itu” dari Anggi Marito, dan “Tak Ingin Usai” dari Keisya Levronka.

Kini, nama Mario G Klau menjadi bagian dari musisi papan atas nasional yang memiliki karier gemilang. Mario juga sering berkolaborasi bersama musisi-musisi ternama lain lewat cover lagu hingga menjadi trending.

Andmesh Kamaleng memiliki nama lengkap Jeandmesh Antonio Kamaleng. Ia lahir di Pulau Alor, NTT, pada 15 April 1997. Andmesh mengawali kariernya sebagai musisi yang bernyanyi dari satu panggung ke panggung lain di kampung halamannya.

Titik balik karier Andmesh terjadi pada saat dirinya mengikuti dan memenangkan kompetisi Rising Star Indonesia pada 2017. Setelah itu, Andmesh mulai fokus menjadi penyanyi solo di industri musik profesional.

Andmesh kemudian merilis lagu “Cinta Luar Biasa” dan “Hanya Rindu” yang sukses besar di pasaran. Ia juga meraih penghargaan bergengsi di AMI Awards 2019 dan Billboard Indonesia Music Awards (2020).

Nama Andmesh Kamaleng terdaftar dalam kredit kepenulisan sederet lagu hits seperti “Terlalu Berharap” dari Rossa, “Tega” dari Tiara Andini, “Mati-matian” dan “Batasi Rasa” dari Mahalini, dan “Jatuh Rapuh” dari Anggis Devaki.

Betrand Peto Putra Onsu atau yang lebih dikenal sebagai Betrand Peto adalah anak angkat dari Ruben Onsu. Ia lahir di Flores, NTT, pada 14 Maret 2005.

Jauh sebelum sukses di Jakarta, karier Betrand dimulai di kampung halamannya dengan mengunggah video-video saat bernyanyi ke YouTube. Suara merdu Betrand saat menyanyikan lagu “Titip Rindu buat Ayah” juga sempat viral dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Per Juli 2019, Betrand Peto meluncurkan single debut berjudul “Sahabat Kecil”. Betrand terus melahirkan karya-karya lain yang tidak kalah populer seperti “Ku yang Selalu Salah”, “Bila Memang Kamu”, dan “Percuma”.

Petrus Yohanes Debrito Armando Djaga Kota atau yang akrab disebut Piche Kota adalah penyanyi asal Atambua, NTT. Sama seperti Marion Jola, Piche juga mengawali karirnya sebagai salah satu kontestan Indonesian Idol musim ketiga belas pada 2025 dan berhasil lolos hingga babak enam besar.

Setelah kompetisi Indonesian Idol berakhir, Piche Kota bersama Yovie Widianto berkolaborasi membawakan balada pop yaitu “Pada Satu Cinta” di bawah naungan Universal Music Indonesia. Lagu itu menjadi hits dan berhasil memuncaki tangga lagu di berbagai platform musik.

1. Marion Jola

2. Mario G Klau

3. Andmesh Kamaleng

4. Betrand Peto

5. Piche Kota

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi