Bima –
Sebanyak 45 warga di Kelurahan Nitu, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengundurkan diri dari keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH). Mereka mundur dari PKH secara mandiri setelah menjadi KPM selama 13 tahun.
“Iya betul. Totalnya ada 45 orang (yang graduasi mandiri),” kata pendamping PKH Kelurahan Nitu, Miftahuddin Khairuddin, kepada, Minggu, (15/2/2026).
Miftahuddin mengatakan mereka mundur dari kepesertaan KPM PKH secara mandiri pada Jumat (13/2/2026). Hal itu diperkuat dengan surat pernyataan secara resmi yang masing-masing ditandatangani oleh mereka.
“Pengunduran diri disertai tanda tangan pernyataan resmi,” katanya.
Dalam catatan pendamping, KPM PKH yang graduasi mandiri itu dengan kepesertaan sejak 2013 sampai 2026. Atau tepatnya terhitung sekitar 13 tahun lebih menjadi KPM PKH.
“Saat ini mereka rata-rata berprofesi sebagai penenun tradisional,” jelas Miftahuddin.
Miftahuddin menambahkan sebagai pendamping sosial bertugas untuk memberikan pemahaman dan menyadarkan KPM PKH agar hidup mandiri dan berdaya. Serta perubahan perilaku menjadi lebih baik.
“Mereka menyadari bahwa program ini juga dibutuhkan oleh warga lainnya yang memenuhi syarat untuk diusulkan KPM PKH,” tandasnya.






