Badung –
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan menghentikan sementara operasional penerbangan saat Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Sekitar 440 pergerakan pesawat tidak beroperasi selama periode tersebut.
“Kurang lebih ada 440 movement atau pesawat yang akan berhenti beroperasi selama kegiatan Nyepi,” ujar Airport Operation and Security Services Bandara I Gusti Ngurah Rai, Goentoro, Sabtu (8/3/2026).
Goentoro menjelaskan pengelola bandara telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penghentian operasional bandara selama Nyepi. Adapun, Bandara Ngurah Rai mulai tutup pukul 06.00 Wita pada 19 Maret mendatang. Operasional bandara kembali beroperasi keesokan harinya.
“Kami sudah jauh-jauh hari menerbitkan NOTAM berkaitan dengan pelaksanaan Nyepi yang akan dimulai tanggal 19 sampai 20 (Maret), selama 24 jam,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bandara Ngurah Rai diprediksi akan melayani sekitar 1,1 juta penumpang selama periode libur Lebaran 2026. Periode angkutan Lebaran diperkirakan berlangsung selama 18 hari, dari 13-30 Maret 2026.
Goentoro menjelaskan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.130.436 orang dengan 6.742 pergerakan pesawat. Ia memprediksi puncak arus mudik di Bandara Ngurah Rai terjadi pada 18 Maret atau sehari sebelum Nyepi, dengan jumlah pergerakan penumpang sekitar 71 ribu orang. Sedangkan, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran arus penumpang, pengelola bandara akan mengoperasikan posko Angkutan Lebaran 2026 yang terdapat di dua lokasi. Posko utama ditempatkan di area kedatangan domestik, sementara posko kedua berada di pos lalu lintas sebelah barat Gedung Wisti Saba.






