300 Ribu Orang Pindah ke Bali Sepanjang 2025, Tertinggi di Denpasar

Posted on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencatat sebanyak 300.258 orang pindah kependudukan ke Bali sepanjang tahun 2025. Adapun, jumlah penduduk pendatang tertinggi ditempati oleh Kota Denpasar sebanyak 74.296 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD-Dukcapil) Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan mobilitas penduduk meliputi penduduk yang pindah dan penduduk yang datang. Menurutnya, data tersebut dihitung pada periode awal Januari hingga 23 Desember 2025.

“Pelayanan penduduk pindah/datang dilakukan berdasarkan Surat Keterangan Pindah (SKP) yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota asal,” kata Dwi kepada infoBali, Senin (5/1/2026).

Setelah Denpasar, penduduk pendatang tertinggi ditempati Buleleng sebanyak 55.300 orang. Disusul Badung sebanyak 39.732 orang, Gianyar (28.834) Tabanan (27.383), Klungkung (21.813), Jembrana (21.759), Karangasem (21.461), dan Bangli (9.680).

Dwi menjelaskan faktor utama warga pindah sebagai penduduk pendatang karena pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi di kota, tersedianya lapangan pekerjaan, melanjutkan sekolah/kuliah, perpindahan tugas,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang pindah ke luar Bali pada periode yang sama tercatat sebanyak 297.191 orang. Adapun, Denpasar juga menjadi daerah tertinggi dengan angka masyarakat yang pindah ke luar Bali.

Dwi merinci jumlah warga Denpasar yang pindah ke luar Bali sebanyak 67.761 orang. Disusul Buleleng sebanyak 65.669 orang, Badung (28.740), Karangasem (27.968), Tabanan (25.800), Gianyar (24.599), Jembrana (24.285), Klungkung (21.374), dan Bangli (10.995).

“Penyebab mobilitas penduduk sangat beragam, sesuai dengan kebutuhan,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan faktor utama warga pindah sebagai penduduk pendatang karena pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi di kota, tersedianya lapangan pekerjaan, melanjutkan sekolah/kuliah, perpindahan tugas,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang pindah ke luar Bali pada periode yang sama tercatat sebanyak 297.191 orang. Adapun, Denpasar juga menjadi daerah tertinggi dengan angka masyarakat yang pindah ke luar Bali.

Dwi merinci jumlah warga Denpasar yang pindah ke luar Bali sebanyak 67.761 orang. Disusul Buleleng sebanyak 65.669 orang, Badung (28.740), Karangasem (27.968), Tabanan (25.800), Gianyar (24.599), Jembrana (24.285), Klungkung (21.374), dan Bangli (10.995).

“Penyebab mobilitas penduduk sangat beragam, sesuai dengan kebutuhan,” ujar Dwi.