Buleleng –
Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Buleleng, Bali, Selasa (24/2/2026) dini hari hingga pagi. Cuaca ekstrem itu menyebabkan tiga kejadian pohon tumbang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan seluruh kejadian telah ditangani Tim Reaksi Cepat (TRC). Suyasa memastikan tidak menimbulkan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
“Seluruh laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Personel TRC regu 1 bergerak cepat melakukan penanganan dan assessment di lokasi,” ujar Suyasa.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, sekitar pukul 01.14 Wita. Pohon jenis gempong berdiameter sekitar 60 sentimeter (cm) tumbang akibat angin kencang dan menutup akses jalan warga.
Laporan diterima dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop-PB) BPBD Buleleng. Tim langsung turun ke lokasi membawa dua gergaji mesin besar dan satu kecil berbahan bakar minyak.
“Penanganan selesai pukul 02.58 Wita. Akses jalan yang sempat tertutup sudah kembali normal,” jelas Suyasa.
Beberapa jam berselang, sekitar pukul 04.30 Wita, pohon aren berdiameter 50 cm tumbang dan menimpa atap dapur milik warga di Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Hujan deras disertai angin kencang menjadi penyebab tumbangnya pohon.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Atap dapur berbahan seng dengan rangka kayu mengalami kerusakan ringan seluas sekitar 2×2 meter. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 juta.
“Kerusakan kategori ringan, korban jiwa nihil. Untuk kebutuhan mendesak saat ini adalah tambahan terpal,” kata Suyasa.
BPBD Buleleng menerima laporan dari pemerintah desa pukul 07.44 Wita dan langsung melakukan assessment serta menyalurkan bantuan logistik. Bantuan yang diberikan meliputi satu paket sembako, satu paket sandang, satu paket kebersihan, selimut, matras, dan terpal.
Kejadian ketiga terjadi di Banjar Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, pukul 06.17 Wita. Informasi pohon tumbang ini diterima BPBD Buleleng dari Badan SAR Nasional (Basarnas).
Pohon intaran berdiameter sekitar 50 cm tumbang dan kembali menutup akses jalan warga. TRC regu 1 dikerahkan membawa satu gergaji mesin besar, dua gergaji mesin tanggung, dan satu gergaji mesin kecil. Penanganan rampung pukul 08.20 Wita dan akses jalan kembali normal. Tidak ada laporan korban jiwa maupun orang hilang.
Suyasa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas, terutama di sekitar pohon besar atau saat melintas di jalur rawan. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan agar bisa kami tangani cepat,” pinta Suyasa.






