Kupang –
Sebanyak 3.068 aparat dikerahkan Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 13-25 Maret 2026. Ribuan aparat itu terdiri 1.144 anggota Polri dan 1.924 instansi terkait.
“Kami mengerahkan kekuatan penuh dengan bersinergi bersama sejumlah instansi terkait saat Operasi Ketupat Turangga 2026,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, diwawancarai seusai Apel Gelar Operasi Ketupat Turangga 2026 di Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026).
Polda NTT juga mendirikan 91 pos pelayanan, 38 pos pengamanan, serta 27 pos pelayanan terpadu, dan 20 pos lain dengan pengaman objek vital, yakni 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 58 pusat perbelanjaan, dan 153 objek wisata.
Kemudian, ada pengamanan 201 masjid dengan estimasi 91.386 jemaah serta 46 lapangan yang digunakan untuk salat id dengan estimasi 123.600 jemaah. Henry menegaskan Polda NTT selalu mengedepankan deteksi dini untuk mencegah kejahatan maupun tindak pidana lainnya di muka umum dalam operasi tersebut.
“Jadi dalam operasi ini kami melaksanakan langkah-langkah deteksi, preventif dan pencegahan untuk mengantisipasi kejahatan-kejahatan konvensional seperti tawuran dan balapan liar. Itu akan kami tindak tegas, tetapi humanis,” jelas Henry.
Menurut Henry, dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, situasi geopolitik antara Timur Tengah, Israel, dan Amerika Serikat, berdampak juga di Indonesia, seperti terancamnya minim pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan energi.
“Hal tersebut harus diantisipasi sehingga dengan adanya Operasi Ketupat Turangga 2026, masyarakat dapat melaksanakan mudik dan ibadah secara aman dan damai,” terang Henry.
Henry berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 serta mudik dengan aman, nyaman, dan damai tanpa gangguan berarti.






