290 Lakalantas Renggut 17 Nyawa Selama 2 Pekan di Jalanan Bali

Posted on

Denpasar

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026 yang digelar jajaran Polda Bali mencatat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan pelanggaran dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, jika dibandingkan dengan sepekan sebelum operasi dimulai, angka kecelakaan justru mengalami penurunan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menyampaikan selama Operasi Keselamatan Agung 2026 tercatat 290 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari ratusan peristiwa itu, 17 korban meninggal dunia.

“Jumlah laka lantas selama Operasi Keselamatan Agung 2026 sebanyak 290 kasus, mengalami peningkatan dibandingkan jumlah laka lantas selama Operasi Keselamatan Agung 2025 sebanyak 189 kasus atau naik sebanyak 53 persen,” ujar Ariasandy, Rabu (18/2/2026).

Dari total 290 kasus tersebut, korban meninggal dunia (MD) tercatat sebanyak 17 orang. Selain itu, korban luka berat (LB) sebanyak dua orang dan luka ringan (LR) sebanyak 365 orang. Kerugian material akibat kecelakaan selama operasi mencapai Rp 279,85 juta.

Sebagai perbandingan, pada Operasi Keselamatan Agung 2025 tercatat 189 kasus kecelakaan dengan 10 orang meninggal dunia, 3 luka berat, dan 251 luka ringan. Total kerugian material saat itu mencapai Rp 174,3 juta.

Tak hanya angka kecelakaan, jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas juga meningkat. Selama Operasi Keselamatan Agung 2026, polisi menindak 16.003 pelanggaran. Angka tersebut naik 19 persen dibandingkan Operasi Keselamatan Agung 2025 yang mencatat 13.425 pelanggaran.

Meski secara tahunan mengalami kenaikan, Ariasandy menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan satu minggu sebelum operasi digelar, jumlah kecelakaan selama operasi justru menurun 24 persen. Artinya, kehadiran operasi dinilai mampu menekan jumlah kejadian kecelakaan dibandingkan periode sebelum penindakan intensif dilakukan.

“Jika dilihat dari bobot atau dampak kecelakaan yang dihitung berdasarkan korban meninggal dan luka, terjadi penurunan sebesar 31 persen dibandingkan sepekan sebelum operasi berlangsung,” kata Ariasandy.

Operasi Keselamatan Agung 2026 telah dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 1.492 personel dari Polda Bali dan Polresta jajaran, serta didukung instansi terkait lainnya.

Kegiatan ini mengedepankan langkah preventif dan preemtif. Melalui operasi ini, Polda Bali berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.