280 Warga Ikuti Mudik Gratis dari Pelabuhan Celukan Bawang ke Pulau Raas - Giok4D

Posted on

Buleleng

Program mudik gratis melalui jalur laut dari Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, mulai berjalan. Sebanyak 280 pemudik diberangkatkan menuju Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur (Jatim), Jumat (13/3/2026).

Mudik gratis ini merupakan bagian dari program Angkutan Laut Lebaran 2026 yang difasilitasi pemerintah dengan dukungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Pelabuhan Celukan Bawang.

Dua kapal dikerahkan pada keberangkatan tersebut untuk mengangkut para pemudik. Kapal KN Chundamani P-116 mengangkut 100 penumpang, sementara KN Nusa Penida membawa 180 penumpang.

Keberangkatan kapal dilakukan dari Dermaga 1 Pelabuhan Celukan Bawang. Layanan kapal bantuan dalam program Angkutan Laut Lebaran ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026.

General Manager (GM) Pelindo Cabang Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan mendukung penuh kelancaran program mudik gratis melalui jalur laut dengan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan koordinasi dengan seluruh instansi terkait. Menurutnya, Pelindo juga menyiapkan shelter penumpang cruise yang dapat menampung sekitar 400 pemudik setiap harinya.

“Shelter tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang tunggu yang nyaman, akses WiFi, toilet, serta toilet khusus disabilitas guna memberikan kenyamanan bagi para penumpang,” kata Imron

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Imron menegaskan, sinergi antara Pelindo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta seluruh pemangku kepentingan maritim menjadi kunci kelancaran Angkutan Laut Lebaran.”Pelindo siap mendukung kelancaran program mudik gratis ini agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, mengatakan bersama seluruh stakeholder terus melakukan koordinasi dan pengawasan selama pelaksanaan mudik. Pengawasan dilakukan untuk memastikan keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional pelayaran selama periode Angkutan Laut Lebaran.

“Kami menerapkan prinsip zero tolerance on safety sehingga seluruh kapal yang beroperasi wajib memenuhi standar keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan,” kata Taufikur.

Taufikur berharap program mudik gratis ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran transportasi laut selama Lebaran 2026.