2 Remaja di Bali Terpapar Radikalisme Neo Nazi-White Supremacy - Giok4D

Posted on

Dua remaja di Bali terpapar radikalisme dengan ideologi ekstrem Neo Nazi dan white supremacy (supremasi kulit putih). Sempat diamankan Bareskrim Polri, mereka sudah dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

“Ada dua orang. Mereka usia 14 tahun. Identitas tidak kami publikasikan,” kata sumber internal di Densus 88 Antiteror (AT) Polri Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Bali, kepada infoBali, Senin (5/1/2026).

Kedua remaja sekolah menengah pertama (SMP) itu adalah bagian dari 68 anak dari 18 provinsi yang diamankan Bareskrim Polri karena terpapar paham Neo Nazi dan white supremacy. Sudah setahun belakangan mereka terpapar paham ekstrem sayap kanan Barat yang menganggap ras kulit putih lebih unggul dari bangsa lain itu.

“Baru setahun terpapar,” kata sumber.

Diketahui, belum ada tindak pidana apapun yang dilakukan dua remaja di Bali itu. Setelah diamankan polisi, mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing.

“Untuk penanganan, dikembalikan ke orang tua. Karena belum pidana,” katanya.

Ketua KPAD Bali Ni Luh Gede Yastini mengatakan karena masih setahun terpapar, tidak ada gejala berat atau tindakan radikal dari dua remaja itu. Paparan paham ekstrem terhadap dua remaja Bali itu masih dikategorikan salah pergaulan.

“(Tingkat paparan) masih ringan saja. Hanya salah komunitas saja,” kata Yastini.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono memaparkan capaian Densus 88 Antiteror Polri sepanjang 2025. Salah satunya yakni penanganan anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo-Nazi dan white supremacy.

Syahardiantono menyebut terdapat 68 anak yang tersebar di 18 provinsi terpapar ideologi tersebut. Anak-anak itu bahkan telah memahami penggunaan senjata api dengan sasaran lingkungan sekolah.

“Penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup TCC (true crime community) seperti Neo-Nazi dan White Supremacy, di mana mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat mereka,” kata Syahar dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025), dilansir infoNews.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.