Dua perpustakaan kontainer di Denpasar, Bali, mendapatkan 18.465 pengunjung selama 2025. Dua perpustakaan kontainer itu berada di Taman Janggan dan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Kunjungan tertinggi selama 2025 terjadi pada Oktober, yakni sebanyak 1.674 orang.
Jumlah kunjungan tersebut berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka Arsip) Denpasar. Dispustaka Arsip Denpasar mengklaim angka kunjungan ini menunjukkan minat baca yang tinggi.
“Saya baru tahu, ternyata minat baca generasi muda bagus,” ujar Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispustaka Arsip Denpasar, Desak Made Mettayuni, saat ditemui infoBali, Senin (11/1/2026).
Perpustakaan kontainer di Taman Janggan diresmikan pada 2023. Kemudian, perpustakaan serupa di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung diresmikan setahun kemudian. Kedua perpustakaan ini terbuka untuk umum meski pengunjung tetap didominasi anak-anak.
Dua perpustakaan kontainer di Denpasar dibuka setiap sejak pukul 07.30 Wita hingga 20.00 Wita, kecuali hari raya agama. Buku-buku yang dipinjam di perpustakaan kontainer harus dibaca di tempat, tidak bisa dibawa pulang.
Variasi buku di kedua perpustakaan kontainer itu beraneka ragam, dari cerita anak-anak hingga novel. Selain buku, juga disediakan permainan edukasi seperti puzzle dan lego hingga mewarnai di perpustakaan tersebut.
Dispustaka Arsip Denpasar bekerja sama dengan berbagai sekolah untuk menjadikan perpustakaan sebagai sarana dan prasarana belajar. “Mereka yang mohon, ‘Ibu saya minta jadwal untuk kunjungan’, kami yang atur jadwalnya,” ungkap Metta.
Salah satu staf jaga perpustakaan kontainer di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Dayu Vidya, mengatakan kunjungan selalu ramai setiap sore hingga menyentuh 150 hingga 200 pengunjung per hari. Sedangkan perpustakaan kontainer di Taman Janggan cenderung ramai menginjak akhir pekan bertepatan saat Car Free Day (CFD).
“Untuk di sini, biasanya pengunjungnya rata-rata anak umur 1 sampai 11 tahun ke atas. Jarang sih untuk SMP-SMA, kalau di Taman Janggan memang kebanyakan dari SMP-SMA,” ujar Vidya.






