Bangli –
Dua anjing liar di Kabupaten Bangli, Bali, dieliminasi setelah menggigit enam warga. Dua hewan penular rabies itu dinyatakan positif rabies.
“Sampai saat ini, di Kabupaten Bangli sudah ada dua anjing yang positif (rabies),” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma kepada, Selasa (3/2/2026).
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Sarma mengatakan eliminasi dua anjing itu berawal dari laporan masyarakat pada awal Januari 2026. Dua anjing itu berkeliaran di wilayah di Banjar Umanyar, Desa Tamanbali, dan Banjar Gelagah Linggah, Kecamatan Kintamani, dieliminasi.
Enam warga yang digigit anjing rabies itu telah mendapat pertolongan pertama dan sudah dirawat di rumah sakit. Menurut Sarma, penanganan terhadap keenam warga sudah sesuai prosedur.
“Warga yang digigit anjing tidak terjangkit rabies karena sudah ditangani sesuai prosedur penanganan awal rabies,” kata Sarma.
Selain dua anjing di dua desa itu, Dinas PKP Bangli juga mengeliminasi empat ekor anjing lain di Umanyar dan beberapa ekor anjing lain di Gelagah Linggah yang dieliminasi. Menurut Sarma, eliminasi dilakukan karena dicurigai sudah kontak fisik dengan dua anjing yang menggigit enam warga.
“Tapi, kami tetap eliminasi target untuk mengurangi resiko (penularan) rabies tanpa mengurangi populasi secara membabi buta,” imbuhnya.
Sarma mengatakan pemberian vaksin antirabies digencarkan setelah gigitan anjing tersebut. Ia menilai anjing liar di Bangli marak karena kebiasaan warga yang membuang anak anjing ke pasar, pura, atau jurang.
Menurut Sarma, dari 46.767 anjing di Bangli, sebagian adalah anjing liar. Ia memastikan stok vaksin rabies untuk puluhan ribu anjing itu hingga beberapa bulan mendatang.
“Upaya pencegahan lainnya, yakni pembatasan kelahiran anjing dengan kastrasi untuk yang jantan dan sterilisasi bagi si betina,” pungkasnya.






