2.169 Polisi Disiagakan Amankan Nyepi dan Idul Fitri di Bali

Posted on

Denpasar

Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Polda Bali, Kamis (13/3/2026) dalam rangka pelayanan perayaan Nyepi tahun Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Sebanyak 2.169 personel disiagakan untuk pengamanan Nyepi dan Idulfitri.

Apel tersebut dipimpin Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya didampingi Gubernur Bali Wayan Koster serta dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto beserta jajaran dan unsur Forkopimda lainnya.

Operasi Ketupat Agung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini bertujuan memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri atau Lebaran, sekaligus menjaga situasi kamtibmas selama rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Bali.

Daniel mengatakan sebanyak 2.169 personel Polri dilibatkan dalam operasi tersebut. Pelaksanaan pengamanan juga mendapat dukungan dari TNI serta berbagai stakeholder terkait.

“Operasi ini melibatkan 2.169 personel Polri, tentunya dengan dukungan dari rekan-rekan TNI serta stakeholder terkait lainnya,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan Operasi Ketupat Agung merupakan operasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif. Selain itu, juga dilakukan pengaturan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) hingga tindakan represif yang tegas dan terukur apabila terjadi pelanggaran hukum.

Menurut Daniel, terdapat dua tujuan utama dalam pelaksanaan operasi ini. Pertama, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran lalu lintas arus mudik dan arus balik Lebaran serta aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Kedua, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang, saat, hingga pasca rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Dalam operasi tersebut, Polda Bali juga membentuk tujuh satuan tugas (satgas). Ketujuh satgas tersebut yakni Satgas Preemtif yang bertugas mengeliminasi potensi gangguan keamanan, Satgas Preventif yang memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat, serta Satgas Kamseltibcarlantas.

Selain itu juga terdapat Satgas Penegakan Hukum, Satgas Tindak, Satgas Humas, serta Satgas Bantuan Operasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan pengamanan di lapangan.

Untuk menunjang pelaksanaan operasi, sebanyak 31 pos pengamanan disiapkan di berbagai titik di Bali. Pos tersebut terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, serta lima pos terpadu yang diisi oleh personel Polri, TNI dan stakeholder terkait lainnya.

Daniel juga menjelaskan objek pengamanan dalam operasi ini cukup luas. Di antaranya mencakup 256 masjid, 539 musala, serta 351 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri. Selain itu, pengamanan juga dilakukan pada 308 titik kegiatan malam takbiran, satu bandara, delapan pelabuhan, 11 terminal, serta 77 objek wisata atau tempat rekreasi. Kemudian terdapat pula 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan yang masuk dalam prioritas pengamanan selama operasi berlangsung.

Daniel menambahkan salah satu poin atensi khusus di Bali adalah rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Beberapa kegiatan yang menjadi perhatian di antaranya Tawur Agung Kesanga, pawai ogoh-ogoh, hingga pengerupukan.

“Yang menjadi poin atensi ketika kita di Bali adalah rangkaian kegiatan Nyepi seperti Tawur Agung Kesanga, pawai ogoh-ogoh dan Pengerupukan. Ini berdekatan dengan perkiraan malam takbiran, karena sampai saat ini pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama terkait penetapan Idul Fitri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daniel juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Ia meminta masyarakat mengecek kembali instalasi listrik, kompor, serta memastikan pintu dan jendela rumah telah terkunci untuk mencegah terjadinya kebakaran maupun pencurian.

Selain itu, masyarakat juga diminta memeriksa kondisi kendaraan serta melengkapi surat-surat sebelum melakukan perjalanan, baik keluar maupun di dalam wilayah Bali. Ia juga mempersilakan masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk menitipkan kendaraan maupun barang berharga di kantor kepolisian terdekat.

“Jangan ragu menitipkan kendaraan maupun barang berharga di kantor kepolisian. Kami siap membantu menjaganya di Polsek, Polres maupun Polda terdekat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan saling menghormati, terutama mengingat perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang waktunya berdekatan.

Masyarakat juga diimbau melaksanakan kegiatan malam takbiran secara sederhana dan penuh kekhidmatan, sejalan dengan seruan bersama terkait pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali.

Terakhir, Daniel mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus penipuan online yang kerap muncul menjelang hari raya, seperti penipuan berkedok THR, hadiah, maupun donasi Lebaran.

“Biasanya penipuan ini mengatasnamakan agama, kegiatan Lebaran atau Nyepi. Karena itu masyarakat harus lebih waspada,” pungkasnya.