15 Ogoh-ogoh Terbaik ‘Unjuk Gigi’ di Jembrana, Kecamatan Melaya Absen

Posted on

Jembrana

Sebanyak 15 ogoh-ogoh pilihan mulai memadati area Parkir Sentra Tenun Jembrana, Kamis (12/3/2026). Belasan karya seni raksasa ini siap berparade di sepanjang Jalan Sudirman sebagai pembuka Masikian Festival Jembrana 2026 untuk menyambut Nyepi.

Pantauan di lokasi, karya-karya kreatif pemuda Jembrana ini tampil memukau dengan berbagai wujud tema bhuta kala. Terlebih, sejumlah ogoh-ogoh sudah dibekali sentuhan teknologi sehingga mampu bergerak secara mekanik. Setelah parade rampung, seluruh ogoh-ogoh tersebut akan dipamerkan di area Gedung Kesenian Bung Karno (Twin Tower) Kota Negara.

Ketua Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana, I Putu Feri Priyandana, menjelaskan festival ini merupakan ruang ekspresi sekaligus apresiasi bagi kreativitas pemuda atau seka teruna teruni (STT) di Gumi Makepung.

“Semua ogoh-ogoh yang ikut parade langsung dibawa ke area gedung tower. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran, lomba sketsa hingga lomba tapel ogoh-ogoh,” ungkap Feri saat ditemui.

Puncak acara Masikian Festival 2026 akan dimeriahkan dengan malam hiburan sekaligus pengumuman pemenang lomba ogoh-ogoh tingkat kabupaten.

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Jika sebelumnya setiap kecamatan mengirimkan tiga perwakilan terbaik, tahun ini tim juri memilih lima besar dari masing-masing kecamatan untuk diadu di tingkat kabupaten.

“Untuk pemilihan tingkat kabupaten bebas, tidak harus (jatah) tiga atau satu dari tiap kecamatan. Jadi murni berdasarkan nilai terbaik,” terang Feri.

Akibat sistem penilaian yang ketat ini, sebaran ogoh-ogoh yang lulus ke tingkat kabupaten menjadi tidak merata. 15 ogoh-ogoh yang berhasil masuk nominasi kabupaten berasal dari Kecamatan Negara (5), Kecamatan Jembrana (5), Kecamatan Mendoyo (4), dan Kecamatan Pekutatan (1).

Hanya Kecamatan Melaya yang gagal mengirimkan wakilnya ke tingkat kabupaten tahun ini. Feri mengungkapkan, meski sebelumnya sudah dilakukan penilaian lima besar di tingkat Kecamatan Melaya, tetapi saat dikomparasi di tingkat kabupaten, perolehan nilai mereka belum mampu menembus 15 besar.

“Dari lima kecamatan, hanya Melaya yang tidak ada masuk tingkat kabupaten. Setelah penilaian tingkat kabupaten, nilainya kalah dengan ogoh-ogoh dari kecamatan lain,” jelas Feri.