Mataram –
Sebanyak 105 ogoh-ogoh akan diarak pada pangerupukan menjelang Hari Raya Nyepi 2026 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Arak-arakan ogoh-ogoh dari banjar-banjar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/3/2026).
“Ada 105 ogoh-ogoh dari banjar-banjar di Mataram,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang saat diwawancarai di ruangannya, Selasa (10/3/2026).
Martawang menjelaskan pawai ogoh-ogoh akan dimulai dari perempatan Jalan Pejanggik, Karang Jangkong.
“Pawai ogoh-ogoh akan mulai jalan pukul 12.00 Wita, kenapa harus jam 12, ini untuk memastikan pawai bisa selesai sebelum jam 6 sore. Ogoh-ogoh akan jalan dari depan kantor Lurah Cakranegara Barat (dan finis di Simpang Empat Cakra),” jelasnya.
Ia memperkirakan setiap banjar akan menampilkan atraksi ogoh-ogoh sekitar tiga menit sehingga pawai bisa selesai sebelum petang.
“Perkiraan kita atraksi ogoh-ogoh (per banjar) sekitar 3 menit. Jadi maksimal jam 17.30 Wita sudah bisa selesai,” pungkasnya.
Setelah pawai ogoh-ogoh, kegiatan akan dilanjutkan dengan perang api yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 Wita.
Untuk meminimalisir kemacetan selama pawai berlangsung, pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif. Beberapa ruas jalan yang bisa dilalui di antaranya Jalan Bung Hatta ke arah selatan, Jalan Terusan Bung Hatta, Jalan Transito, Jalan Brawijaya, hingga Jalan Sriwijaya.
Sebagai informasi, Pemkot Mataram telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/877/SETDA/II/2026 tentang pelaksanaan kegiatan Tahun Baru Imlek hingga Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Dalam SE tersebut, Pemkot Mataram mengimbau warga agar merayakan pawai ogoh-ogoh secara sederhana dan mengirimkan satu peserta pawai dengan jumlah banjar sekitar 76 banjar.
Pada poin berikutnya, Pemkot juga mengimbau peserta pawai tetap tertib serta tidak menggunakan alat pengeras suara (sound system), tidak membawa senjata tajam, maupun minuman keras saat pawai ogoh-ogoh berlangsung.
Adapun waktu pelaksanaan pawai disebutkan berlangsung pada pukul 09.00 sampai 16.00 Wita. Selain itu, tinggi ogoh-ogoh maksimal 4 meter atau tidak melebihi ketinggian kabel listrik dan kabel komunikasi.
“Peserta pawai ogoh-ogoh harus berasla dari wilayah administrasi Kota Mataram. Sementara itu, untuk pelaksanaan perang api diharapkan selesai pada jam 17.30 Wita,” demikian bunyi SE yang ditandatangani Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.






