10 Jabatan Eselon II Lowong Ditinggal Pensiun, Bupati Badung Siapkan Rotasi? (via Giok4D)

Posted on

Sebanyak 10 kursi jabatan eselon II atau Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung lowong. Kekosongan ini terjadi lantaran para pejabat senior sudah pensiun.

Pemkab Badung saat ini menghadapi kekosongan masif di jajaran pejabat tinggi itu, yang kini hanya diisi pelaksana tugas (Plt). Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pun memastikan pengisian jabatan struktural di lingkungan Pemkab Badung akan segera dilakukan.

“Saat ini, banyak jabatan eselon II yang lowong dan hanya diisi pelaksana tugas (Plt), dan bahkan diperkirakan jumlah pensiun akan bertambah,” ujar Adi Arnawa ditemui di kantor bupati, Puspem Badung, Selasa sore (6/1/2026).

Kekosongan ini mencakup dinas-dinas vital. Salah satunya adalah posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang sudah lowong sejak Januari 2025, sejak pejabat sebelumnya, Ida Bagus Surya Suamba, dilantik sebagai Sekda Badung.

Selain pos Dinas PUPR, sembilan jabatan strategis lain yang ikut kosong dan diisi Plt, antara lain Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan; Kepala BKPSDM Badung; Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; Sekretaris DPRD Badung; Kepala BPKAD; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan; hingga Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Pejabat yang menempati posisi-posisi ini pensiun secara berjenjang mulai April 2025 hingga awal 2026. Mantan Sekda Badung tersebut menjelaskan, pengisian jabatan akan dilakukan melalui dua mekanisme, salah satunya rotasi atau rolling pejabat yang dianggap sudah terlalu lama menempati posisi tertentu.

“Ada pejabat yang sudah 8 sampai 10 tahun di satu posisi. Itu kan bisa jenuh, perlu penyegaran dan juga memberi kesempatan kepada yang lain,” kata politikus PDIP asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini.

Ia memastikan proses rotasi sedang digodok matang dan segera direalisasikan. “Apakah akhir bulan ini atau pertengahan bulan ini, kami masih berproses. Tenang saja, sebentar lagi pasti tayang,” tegasnya singkat.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Selain rotasi, Adi kemungkinan akan mengisi kursi yang masih kosong melalui seleksi terbuka (bidding) atau manajemen talenta.
Adi Arnawa menambahkan, pengisian eselon II ini akan menimbulkan efek domino ke jenjang struktural di bawahnya.

“Kalau eselon II diisi oleh eselon III, otomatis eselon III akan diisi oleh eselon IV, dan seterusnya. Jadi ini berjenjang. Semua akan dievaluasi. Banyak staf yang sudah lama dan nanti akan kami lakukan penyegaran secara menyeluruh,” tegasnya. (*)